Senin, 12 Januari 2026

Briefing Pagi Guru MI Ma’had Al Zaytun: Menyemai Disiplin, Etos Kerja, dan Kemanusiaan Sejak Pagi

 Setiap pagi sebelum proses pembelajaran dimulai, guru-guru MI Ma’had Al Zaytun berkumpul bersama Kepala Madrasah dan jajaran pimpinan dalam kegiatan briefing pagi guru. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin pada pukul 07.00 WIB, setengah jam sebelum pembelajaran dimulai pada pukul 07.30 WIB. Briefing pagi bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan ruang strategis untuk menyelaraskan visi, memperkuat disiplin, serta menumbuhkan etos kerja dan kesadaran kemanusiaan para pendidik.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya tiga stanza. Di MI Ma’had Al Zaytun, lagu kebangsaan tidak hanya dimaknai sebagai simbol nasionalisme, tetapi juga sebagai doa untuk bangsa dan Negara Indonesia, agar senantiasa diberi keselamatan, persatuan, dan kemajuan. Momentum ini menanamkan kesadaran bahwa tugas guru bukan hanya mendidik murid, tetapi juga ikut menjaga dan membangun peradaban bangsa.

Selanjutnya dilakukan apersepsi kebangsaan dan global dengan ungkapan:

“Indonesia Rumahku, Asia Halaman Rumahku, Australia, Afrika, Amerika, dan Eropa Tempat Rekreasiku.”

Apersepsi ini menjadi pengingat bahwa guru dan peserta didik dibentuk sebagai manusia Indonesia yang berakar kuat pada tanah air, namun memiliki wawasan global dan kesiapan hidup di dunia internasional.

Briefing pagi dilanjutkan dengan pembacaan Sapta Janji Darma Bakti secara trilingual (Bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris). Pembacaan ini mempertegas komitmen moral, profesional, dan spiritual guru sebagai pendidik yang berintegritas, sekaligus melatih kebiasaan berpikir dan berkomunikasi lintas bahasa dan budaya.

Setelah itu, guru-guru bersama-sama melaksanakan doa pagi, diawali dengan lantunan Asmaul Husna, kemudian dilanjutkan dengan doa yang bersumber dari Surah Al-Ahqaf ayat 15 dan Surah Ali ‘Imran ayat 191. Doa-doa ini mengandung pesan syukur, kesadaran akan proses kehidupan, serta refleksi mendalam tentang penciptaan alam semesta, sehingga menguatkan spiritualitas guru sebelum memasuki ruang kelas.

Memasuki sesi inti, Wakil Kepala MI Ma’had Al Zaytun menyampaikan briefing harian yang berisi koordinasi tugas guru pada hari tersebut, evaluasi pelaksanaan tugas sebelumnya, serta penekanan hal-hal teknis dan pedagogis. Pada sesi ini juga disampaikan arahan untuk peserta didik yang perlu diteruskan oleh guru jam pertama sebelum pembelajaran dimulai, seperti menjaga kebersihan lingkungan, membiasakan disiplin waktu, bersikap sopan, serta menumbuhkan tanggung jawab pribadi dan sosial.

Selanjutnya, Kepala Madrasah memberikan arahan umum yang bersifat penguatan visi, motivasi, dan nilai-nilai kepemimpinan pendidikan. Arahan ini menekankan pentingnya keteladanan guru, konsistensi dalam bekerja, serta kesadaran bahwa mendidik adalah pekerjaan kemanusiaan yang mulia—membentuk akal, akhlak, dan karakter generasi masa depan.

Kegiatan briefing pagi kemudian ditutup dengan penutup yang khidmat dan penuh semangat kebersamaan.

Melalui briefing pagi yang terstruktur dan sarat makna ini, MI Ma’had Al Zaytun menanamkan disiplin sebagai budaya, etos kerja sebagai karakter, dan kemanusiaan sebagai jiwa pendidikan. Guru tidak hanya disiapkan secara administratif dan pedagogis, tetapi juga secara mental, moral, dan spiritual, sehingga siap menjalankan perannya sebagai pendidik, teladan, dan pembangun peradaban sejak langkah pertama di pagi hari.


Oleh: Mochamad Iqbal Aulia, S.Sos. Kepala MI Ma'had Al Zaytun