Pesta Demokrasi Pelajar Al-Zaytun: Membentuk Pemilih Cerdas, Melahirkan Pemimpin Berkualitas

 AL ZAYTUNSuasana di Kampus peradaban Ma’had Al-Zaytun tampak berbeda dari biasanya. Ribuan santri dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA), berkumpul dalam satu semangat yang sama: menyukseskan Pemilihan Raya Presiden Organisasi Pelajar Ma’had Al-Zaytun (OPMAZ) Dharma Bakti 23.

Kegiatan tahunan ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan sebuah laboratorium demokrasi nyata bagi para santri. Dengan mengusung tema "Pemilih Cerdas, Terpilih Pemimpin Berkualitas", acara ini menjadi sarana edukasi politik sejak dini yang sangat inklusif.

Demokrasi Lintas Jenjang: Dari PAUD hingga MA

Salah satu keunikan Pemilihan Raya tahun ini adalah keterlibatan seluruh lapisan pelajar. Meski masih di usia dini, siswa PAUD dan MI diperkenalkan pada konsep memilih pemimpin melalui simulasi yang sederhana dan menyenangkan. Sementara itu, bagi siswa MTs dan MA, proses ini menjadi ajang pendalaman materi kewarganegaraan dan tata negara yang mereka pelajari di kelas.

"Kami ingin menanamkan bahwa setiap suara memiliki makna. Dengan melibatkan adik-adik dari PAUD dan MI, kita sedang membangun fondasi karakter yang menghargai perbedaan pendapat dan proses musyawarah," ujar salah satu panitia pelaksana dari pengurus OPMAZ.

Proses Seleksi yang Ketat dan Edukatif

Sebelum mencapai puncak pemilihan, para kandidat Presiden OPMAZ telah melalui serangkaian tahapan yang menguji kapasitas intelektual dan mental mereka, di antaranya:

  1. Orasi dan Kampanye: Penyampaian visi dan misi di hadapan ribuan massa santri.

  2. Debat Kandidat: Ajang adu gagasan mengenai solusi atas problematika keseharian santri.

  3. Uji Kelayakan: Penilaian dari dewan guru dan pembimbing organisasi.

Setiap kandidat membawa inovasi unik, mulai dari penguatan teknologi pembelajaran hingga program kesejahteraan santri yang lebih mandiri. Hal ini menuntut para pemilih untuk menjadi "Pemilih Cerdas" yang tidak memilih berdasarkan popularitas semata, melainkan berdasarkan program kerja yang nyata.

Tujuan Pembelajaran: Lebih dari Sekadar Memilih

Ma'had Al-Zaytun menekankan bahwa tujuan utama dari perhelatan ini adalah pembelajaran (edukasi).

  • Bagi Pemilih: Melatih kemandirian berpikir, kritis dalam menilai janji kampanye, dan bertanggung jawab atas pilihan yang diambil.

  • Bagi Calon Pemimpin: Melatih jiwa kepemimpinan (leadership), keberanian berbicara di depan umum, serta kesiapan untuk menang dengan rendah hati atau kalah dengan ksatria.

"Demokrasi di Al-Zaytun adalah demokrasi yang berbasis pada nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, dan persatuan. Kita tidak mencari siapa yang paling hebat, tapi siapa yang paling mampu berkhidmat bagi kemajuan pelajar," kutipan pesan dari pengarahan dewan guru.

Menuju Estafet Kepemimpinan Baru

Dengan berakhirnya pemungutan suara nanti, estafet kepemimpinan Dharma Bakti 23 akan resmi dimulai. Harapannya, pemimpin yang terpilih mampu membawa perubahan positif dan menjadi teladan bagi seluruh santri dalam mewujudkan visi Al-Zaytun sebagai pusat pendidikan budaya toleransi dan perdamaian.

Melalui Pemilihan Raya ini, Ma'had Al-Zaytun kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga dewasa dalam berorganisasi dan bernegara.






Penulis:
 Bambang Winarko Foto: [Dokumentasi Kegiatan Pemilihan Raya DB 23]

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال