Indramayu, 20 Juli 2026 – Semangat perbaikan
kualitas pendidikan ummat terus digaungkan oleh Ma'had Al-Zaytun. Komitmen ini
tersimpul teguh di dalam motto: "Al-Zaytun Pusat Pendidikan
Pengembangan Budaya Toleransi dan Perdamaian Menuju Masyarakat Sehat, Cerdas,
dan Manusiawi." Visi mulia ini kembali dibuktikan melalui partisipasi
aktif peserta didik Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’had Al-Zaytun dalam ajang Olimpiade Siswa Nasional (OSN) Tingkat
Provinsi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
(Kemendikdasmen).
Pada ajang OSN tingkat provinsi tahun
ini, ujian untuk wilayah Indramayu dipusatkan di UPTD SDN Unggulan Indramayu.
MI Al-Zaytun mengutus perwakilan terbaiknya yang terdiri dari empat orang murid
berprestasi, didampingi oleh empat guru pembimbing yang berdedikasi tinggi.
Semangat Pagi dari Gedung Al-Akbar
Perjalanan penuh harap ini dimulai sejak
fajar menyingsing. Tepat pada pukul 05:30 WIB, rombongan berangkat dari Gedung
Al-Akbar Ma'had Al-Zaytun. Rombongan ini didampingi oleh guru pembimbing, yaitu
Ust. Hafidh Al-Barzah, S.Pd.I., M.Pd., Ust. Setyo Waluyo, S.H., Ust.
Muhammad Aji Abadillah, S.P., dan Usth. Inas Abiyyah, S.H.
Sementara itu, empat santri kebanggaan
yang siap berlaga adalah Kimora Queenaya Abdillah, De Gea Janue
Laksono, Ahmad Nizam Hamna, dan Muhammad Farraaz Al Mukhtar.
Rombongan tiba di lokasi pelaksanaan OSN pada pukul 07:30 WIB dan langsung
bersiap-siap untuk mengikuti sesi pertama.
Fokus dan Cakap Teknologi dalam
Kompetisi Berbasis Digital
Meskipun dipusatkan di satu lokasi bersama
puluhan peserta lain, suasana ujian berlangsung dengan tenang dan penuh
konsentrasi. Pelaksanaan OSN mengadopsi sistem online menggunakan
aplikasi yang ditetapkan oleh Kemendikdasmen yaitu exambrowser . Setiap
peserta dari MI Al-Zaytun mengerjakan tes secara mandiri melalui laptop
masing-masing. Hal ini tidak hanya menunjukkan kesiapan akademik, tetapi juga
kecakapan literasi digital santri Al-Zaytun dalam menghadapi tantangan
pendidikan modern.
Rangkaian kompetisi ini dibagi menjadi
tiga sesi mata pelajaran:
- Sesi
1: Matematika (08:00 - 09:00 WIB) Pada sesi pertama ini, ananda Muhammad
Farraaz Al Mukhtar mewakili MI Al-Zaytun. Di depan layar laptopnya, ia
fokus menyelesaikan 20 butir soal Matematika dan bersaing dengan 27 siswa
dari berbagai sekolah di Indramayu.
- Sesi
2: Ilmu Pengetahuan Alam (10:00 - 11:00 WIB) Melanjutkan perjuangan, ananda De
Gea Janue Laksono maju pada bidang IPA. Dengan alokasi waktu satu jam,
De Gea menaklukkan 20 butir soal secara online, bersaing dengan 21
peserta lainnya.
- Sesi
3: Ilmu Pengetahuan Sosial (13:00 - 14:00 WIB) Sebagai penutup, ananda Kimora
Queenaya Abdillah dan Ahmad Nizam Hamna berlaga di bidang IPS.
Sesi ini menuntut ketahanan fokus ekstra karena mereka harus menyelesaikan
52 butir soal dalam waktu satu jam, bersaing dengan 21 peserta lain di
wilayah yang sama.
Jeda Penuh Berkah dan Kemandirian
Di antara padatnya jadwal ujian,
rombongan MI Al-Zaytun tetap menjaga kedisiplinan beribadah dan kemandirian.
Pada pukul 11:30 WIB, rombongan beristirahat sejenak menuju Masjid Agung
Indramayu. Di pelataran masjid, para guru dan santri menikmati bekal makan
siang yang telah disiapkan dari Ma'had, dilanjutkan dengan menunaikan ibadah
Shalat Dzuhur berjamaah. Setelah menyelesaikan ibadah dzuhur dan energi yang
telah terisi kembali, mereka pun kembali ke lokasi OSN untuk menghadapi Sesi 3.
Fakta Membanggakan: Menjadi Satu-satunya
Madrasah
Ada satu hal yang sangat unik dan
membanggakan dari keikutsertaan MI Al-Zaytun pada OSN Provinsi 2026 wilayah
Indramayu ini. Dari keseluruhan peserta yang berlaga, ternyata mayoritas
berasal dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) maupun SD Islam Terpadu (SD IT). MI
Ma'had Al-Zaytun tampil sebagai satu-satunya sekolah berbasis Madrasah yang
lolos dan turut berkompetisi dalam ajang ini.
Fakta ini menjadi bukti nyata bahwa
sistem pendidikan di Ma'had Al-Zaytun mampu melahirkan generasi yang tidak
hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga cerdas secara akademik dan adaptif
terhadap teknologi.
Semoga pengalaman berharga di OSN
Provinsi 2026 ini menjadi pemacu semangat bagi santri MI Al-Zaytun untuk terus
berprestasi, mengukir sejarah, dan mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas,
dan manusiawi di masa depan. Maju terus, MI Al-Zaytun!



